Sebanyak 42 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pendinginan Karhutla di Sungai Putat Tayan Hilir

Sebanyak 42 personel gabungan melaksanakan pendinginan lokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Sungai Putat, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
admin
Penulis / Reporter: admin
⏱️ 2 menit baca
πŸ‘οΈ 0 kali dibaca
Bagikan: πŸ’¬ WhatsApp πŸ“˜ Facebook 𝕏 Post ✈️ Telegram

Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan oleh aparat penegak hukum bersama instansi terkait di wilayah Kabupaten Sanggau. Jajaran Polsek Tayan Hilir bersama BKO Korbrimob Polri turun langsung melakukan pendinginan di lokasi kebakaran yang terletak di Dusun Sungai Putat, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, pada Jumat (4/9/2026) sore.

πŸ“‘ Daftar Isi Artikel

Penyisiran Titik Panas Guna Cegah Api Meluas

Kegiatan pendinginan di lapangan mulai dilaksanakan sekira pukul 17.00 WIB. Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan agar sisa-sisa bara api maupun titik panas di area bekas kebakaran dapat dipadamkan secara total, sehingga tidak kembali memicu kemunculan api yang berpotensi meluas ke lahan lainnya.

Proses penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H. Operasi tersebut melibatkan total 42 personel gabungan dari berbagai unsur institusi dan masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor dan Bantuan Masyarakat

Kekuatan 42 personel gabungan yang diterjunkan terdiri atas anggota Polsek Tayan Hilir, BKO Korbrimob Polri, Koramil 1204-07/Tayan Hilir, KPH Sanggau Barat, Manggala Agni Sanggau, serta dukungan aktif dari warga setempat yang turut bahu-membahu dalam proses pemadaman.

Untuk mendukung mobilitas serta efektivitas penyiraman, tim gabungan juga mengerahkan tiga unit kendaraan operasional khusus yang dilengkapi peralatan pemadam kebakaran. Kendaraan taktis dan operasional tersebut masing-masing disumbangkan oleh pihak Polsek Tayan Hilir, KPH Sanggau Barat, dan Manggala Agni Sanggau.

Pentingnya Tahap Pendinginan

Kapolsek Tayan Hilir menjelaskan bahwa tahapan pendinginan memegang peranan krusial setelah api utama berhasil dikendalikan. Menurutnya, petugas wajib memastikan kondisi lahan benar-benar steril dari bara yang tersembunyi, terutama di tengah kondisi cuaca lingkungan yang kering.

“Pendinginan kami lakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan. Personel bersama seluruh unsur yang terlibat terus menyisir dan menangani bagian-bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan panas,” ungkap Iptu Kusdarwanto.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara Polri, TNI, Korbrimob, KPH, Manggala Agni, serta kepedulian masyarakat sekitar dalam membantu kerja-kerja di lapangan.

Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui

Berdasarkan hasil asesmen di lokasi kejadian, area yang terbakar merupakan kawasan hutan dengan kondisi tanah mineral. Sementara itu, hingga saat ini penyebab pasti dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut belum diketahui secara pasti.

Meskipun seluruh rangkaian kegiatan pendinginan telah berjalan dengan lancar, Polsek Tayan Hilir beserta unsur gabungan tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla serta segera melapor kepada petugas jika menemukan adanya titik api baru.


Sumber informasi: Polres Sanggau


Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

✍️ Laporkan Kesalahan / Usulkan Koreksi Artikel

Menemukan kekeliruan fakta, penulisan, atau sumber pada artikel ini? Laporkan kepada tim redaksi kami:

Suka artikel ini? Bagikan kepada teman: πŸ’¬ WhatsApp πŸ“˜ Facebook 𝕏 Post ✈️ Telegram
admin
DITULIS OLEH

admin

Jurnalis Sanggauinformasi.com yang meliput berbagai informasi masyarakat, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial, dan peristiwa di Kabupaten Sanggau.

Lihat semua artikel oleh admin β†’
🏠 Home πŸ“‘ Radar 24H πŸ“’ Iklan Baris