Sabtu, 19 Sep 2026 04:55 WIB

Memang berat menjadi lelaki

admin
Penulis / Reporter: admin
⏱️ 3 menit baca
👁️ 0 kali dibaca
Bagikan: 💬 WhatsApp 📘 Facebook 𝕏 Post ✈️ Telegram

Menjadi lelaki tidak selalu tentang menjadi kuat. Di balik wajah yang terlihat tenang, sering kali ada beban yang tidak pernah diceritakan. Lelaki dituntut untuk bekerja, mencari nafkah, melindungi keluarga, memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekaligus tetap terlihat tegar meskipun dirinya sendiri sedang lelah.

Dalam kehidupan rumah tangga, cinta memang penting. Namun, cinta saja terkadang tidak cukup untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Kebutuhan sehari-hari membutuhkan uang. Rumah harus dibayar, makanan harus tersedia, pendidikan anak harus dipikirkan, kesehatan keluarga harus dijaga, dan masa depan harus dipersiapkan. Karena itulah, banyak lelaki menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja dan mengejar penghasilan.

Ada lelaki yang rela mengurangi keinginannya sendiri demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sepatu baru ditunda, kendaraan yang diimpikan ditangguhkan, bahkan waktu bersama keluarga pun terkadang dikorbankan demi pekerjaan. Bukan karena mereka tidak ingin menikmati hidup, tetapi karena ada orang-orang yang mereka cintai dan merasa harus mereka perjuangkan.

Namun, persoalannya bukan semata-mata apakah perempuan mencintai lelaki karena uang. Tidak semua perempuan seperti itu. Dalam hubungan yang sehat, uang seharusnya menjadi salah satu bagian dari tanggung jawab, bukan ukuran utama cinta. Lelaki memang perlu berusaha secara finansial, tetapi dirinya tidak seharusnya hanya dinilai dari seberapa tebal isi dompetnya.

Yang sering dilupakan adalah lelaki juga manusia. Ia bisa lelah, takut, kecewa, dan membutuhkan tempat untuk pulang. Ia juga membutuhkan pasangan yang mampu menghargai perjuangannya, bukan hanya menikmati hasil perjuangannya. Sebaliknya, lelaki pun harus belajar menghargai perempuan bukan hanya karena kecantikan, kesetiaan, atau kemampuannya mengurus rumah.

Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan: jangan bekerja keras hanya untuk memenuhi kehidupan hari ini sampai lupa mempersiapkan kehidupan di hari tua. Menjadi lelaki bukan berarti harus mengorbankan seluruh hidup demi orang lain. Menabung, berinvestasi, menjaga kesehatan, membangun usaha, dan mempersiapkan masa pensiun juga merupakan bentuk tanggung jawab.

Sebab ketika usia mulai senja, kekuatan tidak lagi seperti dahulu. Anak-anak mungkin memiliki kehidupan dan keluarga masing-masing. Mereka tetap bisa mencintai dan membantu orang tuanya, tetapi tidak selalu bisa berada di sisi kita setiap saat. Karena itu, jangan sampai seorang lelaki menghabiskan masa mudanya hanya untuk mencari uang, tetapi memasuki masa tua tanpa kesehatan, tanpa tabungan, dan tanpa kehidupan yang telah dipersiapkan.

Berat memang menjadi lelaki. Tetapi menjadi lelaki bukan tentang harus selalu memiliki banyak uang. Menjadi lelaki adalah tentang memiliki tanggung jawab, menjaga harga diri, mencintai keluarga, dan tetap mempersiapkan masa depan tanpa kehilangan dirinya sendiri.

Pada akhirnya, lelaki yang paling kuat bukanlah lelaki yang paling banyak menghasilkan uang. Melainkan lelaki yang mampu mencintai keluarganya, bertanggung jawab atas hidupnya, menghargai pasangannya, dan tetap berdiri tegak ketika kehidupan sedang tidak berpihak kepadanya.

Karena lelaki juga berhak dicintai bukan hanya karena apa yang mampu ia berikan, tetapi karena siapa dirinya.


Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

✍️ Laporkan Kesalahan / Usulkan Koreksi Artikel

Menemukan kekeliruan fakta, penulisan, atau sumber pada artikel ini? Laporkan kepada tim redaksi kami:

🏷️ Tagar: #Ki Noto Widjoyo
Suka artikel ini? Bagikan kepada teman: 💬 WhatsApp 📘 Facebook 𝕏 Post ✈️ Telegram
admin
DITULIS OLEH

admin

Jurnalis Sanggauinformasi.com yang meliput berbagai informasi masyarakat, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial, dan peristiwa di Kabupaten Sanggau.

Lihat semua artikel oleh admin →
🏠 Home 📡 Radar 24H 📢 Iklan Baris