Sabtu, 19 Sep 2026 05:50 WIB

Amerika Serikat kembali ke Dewan PBB

Terbit Berita
Penulis / Reporter: Terbit Berita
⏱️ 2 menit baca
👁️ 0 kali dibaca
Bagikan: 💬 WhatsApp 📘 Facebook 𝕏 Post ✈️ Telegram
📑 Daftar Isi Artikel
Washington- Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden akan bergabung kembali dengan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, tiga tahun setelah eks Presiden Donald Trump hengkang dari lembaga tersebut. Menteri Luar Negeri Antony Blinken segera membuat pengumuman pada Senin waktu AS (Selasa, 9/2, waktu Indonesia) bahwa Amerika akan kembali ke Dewan yang berbasis di Jenewa, Swis, itu sebagai pengamat, menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS. 

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang perjuangan untuk mengatasi pandemi COVID-19, di depan potret Abraham Lincoln di Gedung Putih di Washington, AS (26/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Kevin Lamarque/aww.

“Kami bermaksud untuk melakukannya, mengingat bahwa jalan paling efektif untuk untuk mereformasi dan memperbaiki Dewan adalah terlibat dengannya dalam cara yang berprinsip,” kata pejabat tersebut.

“Kami memahami bahwa Dewan berpotensi untuk menjadi forum yang penting bagi mereka yang tengah berjuang melawan tirani dan ketidakadilan di seluruh dunia. Dengan berada di dalamnya, kami berupaya mereformasi dan memastikan lembaga ini dapat memenuhi potensi itu,” kata dia menambahkan. 

Rencana kembalinya AS tersebut pertama kali dilaporkan oleh Associated Press. Sebelumnya, Trump, dengan agenda “America First” (Dahulukan Amerika) yang berkontribusi pada keputusannya menarik AS dari sejumlah organisasi dan perjanjian internasional, keluar dari Dewan HAM PBB pada 2018, separuh jalan dari periode keanggotaan tiga tahunan. 

Trump menganggap Dewan cenderung tidak berpihak pada Israel serta tidak mereformasi diri. Majelis Umum PBB dengan 193 anggota dijadwalkan untuk memilih anggota-anggota baru Dewan tahun ini. 

Para anggota dipilih untuk duduk selama tiga tahun dan tidak dapat menjabat lebih dari dua periode berturut-turut. Kandidat anggota dipilih melalui pemungutan suara dalam kelompok geografis untuk menjamin adanya representasi. Sesi berikutnya dewan yang beranggotakan 47 negara tersebut akan dimulai menjelang akhir Februari. 

Sumber: Reuters

Ingin akses berita Sanggau Informasi tanpa sinyal atau offline ? Silahkan download aplikasi Sanggau Informasi disini


Eksplorasi konten lain dari Sanggau Informasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

✍️ Laporkan Kesalahan / Usulkan Koreksi Artikel

Menemukan kekeliruan fakta, penulisan, atau sumber pada artikel ini? Laporkan kepada tim redaksi kami:

Suka artikel ini? Bagikan kepada teman: 💬 WhatsApp 📘 Facebook 𝕏 Post ✈️ Telegram
Terbit Berita
DITULIS OLEH

Terbit Berita

Jurnalis Sanggauinformasi.com yang meliput berbagai informasi masyarakat, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial, dan peristiwa di Kabupaten Sanggau.

Lihat semua artikel oleh Terbit Berita →
🏠 Home 📡 Radar 24H 📢 Iklan Baris